Showing posts with label insomnia. Show all posts
Showing posts with label insomnia. Show all posts

Gejala Jet Lag dan Cara Mencegahnya

February 04, 2014 Add Comment

gejala jet lag dan cara mencegahJet lag atau mabuk pascaterbang adalah salah satu masalah kesehatan yang dialami jika sering naik pesawat atau naik pesawat jarak jauh. Jet lag, secara medis disebut desinkronosis, adalah sebuah kondisi fisiologis yang terjadi akibat gangguan terhadap ritme sirkadian tubuh. Mabuk pascaterbang muncul akibat perjalanan cepat lintas meridian (timur-barat atau barat-timur) jarak jauh, sebagaimana yang dilakukan menggunakan pesawat jet.

Gejala jet lag bermacam-macam, tergantung jumlah zona waktu yang dilintasi, masa pada hari (pagi-malam) dan bervariasi dari satu orang ke orang lainnya. Secara umum gejala jet lag meliputi:

Untuk menghindari terjadinya jet lag ada beberapa cara yang bisa dilakukan jika Anda akan melakukan penerbanyan jarak jauh, seperti dikutip dari sheknows.com berikut ini:

1. Siapkan untuk zona waktu baru

Mulailah menggeser waktu tidur atau jadwal bangun Anda sebelum naik pesawat. Coba tidur lebih awal atau telat, tergantung zona waktu tujuan penerbangan Anda. Ini akan membuat peralihan zona waktu lebih mudah Anda lalui.

2. Pergi keluar sejenak

Penelitian terbaru menyarankan agar mendapatkan cahaya alami setelah mendarat dari penerbangan lintas zona waktu. Cahaya alami membantu merangsang tubuh Anda untuk mengeluarkan hormon "terjaga" yang lebih banyak, sehingga Anda akan merasa lebih segar daripada Anda berada di dalam ruangan.

3. Minumlah air putih

Dehidrasi adalah efek samping yang umum dari penerbangan. Dehidrasi dapat menyebabkan tubuh menjadi lesu. Jadi, minumlah banyak air putih sebelum, selama, dan setelah penerbangan.

4. Makan banyak dalam porsi kecil

Beberapa penelitian yang paling menarik dalam jet lag adalah dengan mengubah pola makan Anda dari tiga kali sehari sampai lima atau enam kali dengan porsi kecil, maka tubuh Anda akan mampu beradaptasi lebih mudah untuk perubahan waktu.

5. Hindari alkohol atau minuman berkafein

Minuman beralhkohol dan berkafein dapat meningkatkan perasaan dehidrasi, sehingga Anda merasa lelah.

6. Tidur sebentar

Tidurlah setiap kali Anda merasa mengantuk. Walau hanya tidur 15 menit akan memberikan istirahat yang dibutuhkan tubuh Anda untuk mengatasi perubahan waktu.

7. Tetap aktif

Berjalanlah di sekitar pesawat yang sedang terbang dan segera jelajahi kota setelah Anda masuk ke dalam hotel. Atau lakukan olahraga, agar tubuh Anda lebih mudah untuk tertidur di malam hari, dan akan melancarkan peredaran darah sehingga Anda akan memiliki lebih banyak energi.

Anda Sering Naik Pesawat? Waspailah 4 Masalah Kesehatan Ini !!!!!

February 01, 2014 Add Comment
Anda Sering Naik Pesawat? Waspailah 4 Masalah Kesehatan Ini !!!!!

Bepergian dengan pesawat memberi banyak kemudahan karena bisa menjangkau tempat yang sangat jauh dalam waktu yang jauh lebih singkat jika dibandingkan dengan memakai transportasi darat atau laut. Disamping itu bepergian dengan pesawat juga memberikan tingkat keamanan dan kenyamanan yang lebih tinggi. Dibalik keuntungannya, transportasi udara ternyata bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang terutama bila terlalu sering naik pesawat atau jarak yang ditempuh sangat jauh. Berikut ini adalah 4 masalah kesehatan yang perlu diwaspadai jika Anda termasuk orang yang sering naik pesawat.  

1. Jet Lag

Untuk penumpang jarak jauh serta kerap lakukan penerbangan, problem yang sangat kerap berlangsung yaitu jet lag. Problem ini berlangsung saat jam biologis tubuh terganggu dikarenakan melintasi sebagian zona waktu kurun waktu singkat. Situasi jet lag bisa menyebabkan sebagian problem lain, salah satunya :

* masalah tidur
* masalah pencernaan
* kehilangan nafsu makan
* lemas
* kelelahan yang abnormal pada siang hari
* nyeri otot
* masalah konsentrasi
* masalah ingatan
* gelisah
* mudah marah
* sakit kepala
* haid tidak teratur

2. Penyakit Dekompresi

Di antara risiko kesehatan yang perlu diwaspadai oleh penyelam sebelum saat lakukan penerbangan yaitu penyakit dekompresi. Penyakit dekompresi dapat menyebabkan tanda-tanda yang cukup kronis pada orang yang lakukan penerbangan tidak lama sesudah menyelam. Berikut ini tanda-tanda umum penyakit dekompresi :

* nyeri tajam serta didalam, umumnya terlokalisasi
* gatal serta bengkak pada kulit
* sensasi layaknya tertusuk jarum, mati rasa, atau kejang
* kebingungan
* masalah penglihatan
* lemah
* kelumpuhan pada kaki
* sakit kepala
* kelelahan abnormal
* kehilangan keseimbangan
* masalah pendengaran
* sesak napas
* batuk kering

3. Penyakit Ketinggian (Altitude Sickness)

Penyakit ketinggian adalah di antara bahaya kesehatan untuk orang yang kerap terbang. Penyakit ketinggian ( altitude sickness ) juga dikenal sebagai penyakit gunung akut ( acute mountain sickness ). Problem ini berlangsung saat seseorang tidak terima cukup oksigen saat beralih dengan cepat dari dataran rendah ke ketinggian 8. 000 kaki atau lebih tinggi. Tanda-tanda yang dikarenakan oleh situasi ini salah satunya :

* sakit kepala berdenyut
* kelemahan serta kelesuan abnormal
* kehilangan nafsu makan
* pusing
* perasaan lemas ( malaise )

Walau pesawat penumpang sangat moderen dirancang dapat menjaga tekanan kabin, tetapi penerbangan jarak jauh tetap punya potensi menyebabkan tanda-tanda penyakit ketinggian. Sebagian orang menyebutkan bahwa dampak penyakit ketinggian serupa dengan mabuk kendaraan. Tanda-tanda layaknya disorientasi, limbung, pingsan, bibir atau kuku membiru mengindikasikan masalah penyakit ketinggian yang kronis.

4. Dehidrasi

Di antara dampak fisiologis umum yang dirasakan sepanjang penerbangan, terlebih jarak jauh, yaitu dehidrasi. Beberapa besar kabin pesawat cuma mempunyai kelembapan relatif kurang dari 20%. Perihal ini ditujukan untuk melindungi susunan serta avionik pesawat dari bahaya yang barangkali nampak akibat kondensasi. Kelembapan ini lebih rendah dari yang diperlukan oleh tubuh untuk hindari dehidrasi, yakni kian lebih 30%.

Tersebut disini gejala-gejala dehidrasi yang dihadapi oleh penumpang pesawat terbang :

* mata kering serta gatal
* kulit kering
* problem pernapasan, terlebih untuk pasien asma
* mulut lengket
* sembelit
* sakit kepala
* mata cekung
* pingsan ( berlangsung pada masalah dehidrasi berat )

Kelembapan rendah juga bisa bikin orang lebih rawan pada infeksi pernapasan.

Awas Kurang Tidur dan Suka Marah Memicu Diabetes

April 30, 2013 Add Comment

Diabetes atau lebih dikenal dengan penyakit kencing manis saat ini menjadi masalah kesehatan di banyak negara. Diabetes melitus sering dihubungkan dengan gaya hidup moderen yang cenderung kurang melakukan aktifitas fisik dan mengkonsumsi makanan berlebih.

Selain gaya hidup yang kurang sehat, ternyata ada kebiasaan “kurang baik” yang bisa memicu terjadinya diabetes yaitu : kebiasaan marah-marah dan kebiasaan tidur larut malam.

Sebuah hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal of Behavioral Medicine  menyatakan bahwa kesulitan untuk menahan emosi atau suka marah-marah dapat meningkatkan risiko diabetes. Dalam studi ini ditemukan bahwa, orang-orang yang sering kehilangan kesabarannya jauh lebih rentan mengalami resistensi insulin dibandingkan mereka yang tetap tenang dan kalem saat menghadapi situasi tertentu. Mungkin anda bertanya “ apa kenapa marah bisa memicu diabetes ? Penjelasannya adalah : saat marah akan terjadi peningkatkan kinerja hormon-hormon yang menghalangi proses pengendalian gula darah. dan sebagai akibatnya gula darah akan cenderung meningkat .

Kebiasaan lain yang bisa memicu diabetes adalah tidur larut malam atau kurang tidur. Dalam sebuah studi  peneliti membandingkan kondisi 370 wanita yang terserang diabetes tipe 2 antara tahun 2000-2012  dengan 370 wanita yang tidak mengidap diabetes sama sekali. Setiap partisipan diminta mengumpulkan sampel urine-nya di pagi hari untuk mengukur kadar melatonin yang dihasilkannya semalam.

Hasil studi menunjukkan bahwa wanita yang kadar melatoninnya rendah di malam hari berisiko dua kali lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 selama periode studi yaitu 12 tahun, dibandingkan dengan wanita yang melatoninnya tinggi. Unruk diketahui bahwa  Hormon melatonin adalah hormon yang diperlukan untuk mencapai tidur yang pulas/berkualitas.Faktor-faktor yang dapat menurunkan kadar melatonin diantaranya gangguan tidur, durasi tidur yang pendek, kerja shift malam dan konsumsi obat-obatan tertentu seperti beta-blockers.

Nah agar bisa terhindar dari penyakit diabetes maka cobalah lebih sabar jika menghadapi masalah dan jangan suka tidur larut malam. Namun juga harus  memiliki pola makan yang benar serta menyeimbangkannya dengan olahraga atau aktivitas fisik lainnya agar terhindar dari penyakit gula ini.

Tips Memilih Camilan Malam Yang Sehat

November 13, 2012 Add Comment

Ngemil dimalam hari sering dilihat sebagai perilaku yang kurang sehat, karena selain menyebabkan asupan kalori meningkat yang bisa saja mengacaukan program diet Anda tetapi salah memilih camilan juga bisa membuat tidur tergangu. Tetapi jika Anda mengetahui cara memilih camilan yang baik dikomsumsi saat malam hari , maka tidak hanya perut Anda yang kenyang tetapi tidur Andapun menjadi lebih mudah dan lebih nyenyak.

Rahasia dalam memilih camilan yang baik dikonsiumsi malam hari menjelang Anda tidur adalah, memilih camilan yang kaya tryptopan. Tryptophan adalah asam amino yang dapat dikonversi menjadi serotonin dan  melatonin. Melatonin  dan serotonin adalah zat kimia alami dalam otak yang memberikan efek relaksasi yang dapat membantu Anda tidur nyenyak. Dengan meningkatnya asupan tryptopan maka kadar serotonin dan melatonin dalam otak Anda juga meningkat, maka tidurpun menjadi lebih mudah. Selain kadar tryptopan pada camilan, kandungan karbohidrat kompleks pada camilan juga penting karena berperan dalam mempromosikan serotonin.

Jadi camilan yang baik dikonsumsi malam menjelang tidur adalah camilan yang kaya tryptopan dan memiliki juga kandungan karbohidrat kompleks.Berikut adalah contoh camilan sehat yang disarankan diasup satu jam sebelum tidur :

1. Pisang dan kacang
Asup sepotong pisang dengan segenggam kacang favorit Anda. Dengan mengkombinasikan kacang dan pisang, Anda akan mendapatkan tryptophan dan karbohidrat yang bisa membantu tidur Anda lebih mudah.

2. Kerupuk dan selai kacang
Olesi selai kacang di atas kerupuk gandum utuh. Ini adalah campuran karbohidrat kompleks, protein dan tryptophan yang alami.

3. Semangkuk sereal
Susu mengandung tryptophan dan sereal gandum, yang merupakan karbohidrat kompleks yang saling melengkapi. Hanya, pastikan untuk menghindari gula pada malam hari.

4. Keju
Mengunyah keju rendah lemak sebelum tidur akan memberikan persediaan tryptophan. Plus, protein tanpa lemak bisa membuat Anda tenang, menjaga gula darah Anda secara stabil.

Dalam mengkonsumsi camilan menjelang tidur perlu diperhatikan untuk makan malam setidaknya tiga jam sebelum tidur, dan camilan sekitar satu jam sebelum Anda naik ke ranjang. Jika perut Anda kosong maka Anda tidak dapat tidur dengan cepat dan nyenyak.

Jadi jangan takut ngemil dimalam hari, asal Anda tahu cara memilih camilan yang tepat……selamat ngemil dan tidur lebih nyenyak 

Gangguan Tidur Meningkatkan Resiko Hipertensi

June 19, 2012 Add Comment
Gangguan Tidur Meningkatkan Resiko Hipertensi

Gangguan tidur (insomnia) bisa meningkatkan resiko menderita hipertensi (tekanan darah tinggi ), demikian sebuah hasil penelitian terbaru seperti yang dikutip dari Eurekalert.com.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari the Henry Ford Center for Sleep Disorders,  hipertensi lebih berpeluang terjadi kepada para penderita insomnia daripada orang yang tidak punya kesulitan tidur pada malam hari.
"Penyebab darah tinggi pada orang yang insomnia adalah seringnya orang itu terbangun malam dan durasi transisi antara terjaga dan terlelap," kata Christopher Drake, salah satu peneliti.


Insomnia adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa tidur atau tidak bisa tidur tanpa jeda terbangun. Keluhan insomnia ini dialami oleh banyak orang di Amerika.

Dalam penelitian ini, para peneliti mencermati 5.314 responden penderita insomnia dan dibandingkan dengan orang tanpa keluhan pola tidur.
Jajak pendapat disampaikan lewat internet dan mencari tahu gejala-gejala insomnia, kebiasaan tidur, dan tekanan darah, demikian dikutip

Jadi bagi Anda yang mengalami gangguan tidur (insomnia) harus lebih waspada akan mengalami peningkatan tekanan darah