Showing posts with label Gigi. Show all posts
Showing posts with label Gigi. Show all posts

Manfaat Berciuman untuk Kesehatan Gigi

September 12, 2011 Add Comment
Manfaat Berciuman untuk Kesehatan Gigi
Artikel Kesehatan - Berciuman mempunyai banyak manfaat tetapi ada juga hal negatif dari berciuman yaitu bisa menularkan penyakit.  bahkan para peneliti dapat membuktikan bahwa berciuman memiliki hal positif untuk kesehatan.  berciuman dapat mencegah rusaknya gigi dan mencegah kerusakan gigi, berciuman juga dapat membantu menghilangkan stres dan membakar kalori.

Meskipun  begitu menyikat gigi secara teratur tetap merupakan cara yang terbaik menjaga kesehatan gigi, Bahkan ada studi yang jika berciuman sebenarnya berdampak baik untuk kesehatan, terutama kesehatan gigi, seperti dilansir cosmeticdentistryguide, Senin (12/9).

berciuman diketahui mempunyai dampak baik untuk kesehatan gigi hal ini karena air liur.  air liur adalah pelindung alami untuk kesehatan gigi.  Ketika sekresi dan kontak dengan gigi, air liur akan menetralisir asam yang akan terbentuk dari partikel makanan di mulut dan di antara gigi. ini karena asam ini berpotensi membahayakan (enamel) email gigi. Air liur juga dapat membantu membunuh bakteri dimulut .  Bakteri yang masih ada tertinggal di gigi dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Air liur yang ada di mulut kita mengandung kalsium dan fosfat. Bahan utama pembentuk gigi adalah kalsium.  Dengan adanya kalsium dan fosfat dalam air liur akan membangun kembali celah kecil di mana enamel gigi mungkin telah memudar.

Agar produksi dan sirkulasi air liur tetap konstan, Anda harus berbicara dan makan untuk menjaga mulut tetap aktif.  anda harus menjaga kesehatan mulut supaya anda tidak memiliki napas yang buruk, salah satunya dengan sering berbicara dan makan.

Dengan berciuman anda dapat menghilangkan sebagian air liur.  Karena gerakan lidah saat berciuman akan menyebabkan sekresi air liur sampai satu sendok teh setiap kali ciuman permenitnya.

Air liur dapat bekerja untuk mencegah gigi berlubang, dan kerusakan gigi bahkan menjaga gigi agar selalu dalam keadaan sehat.  Tetapi jika seseorang yang berciuman ingin mendapatkan manfaat berciman maka dia harus menjaga kebersihan mulutnya terlebih dahulu.  sebab dalam berciman seseorang akan bertukar air liur.  Jika salah satu pasangan yang berciuman memiliki bakteri di dalam mulutnya maka dia akan menularkannya pada pasangannya.
Sumber :liputan6.com

Semoga Artikel Kesehatan - Manfaat Berciuman untuk Kesehatan Gigi ini bermanfaat

Sakit Gigi Berlubang, Sebaiknya Dicabut atau Tambal?

August 27, 2011 Add Comment
Sakit Gigi Berlubang, Sebaiknya Dicabut atau Tambal?.  Rasa sakit nyeri dan juga cenat-cenut ga karuan yang diakibatkan sakit gigi memang sangat...sangat...menjengkelkan.  Dalam hal ini banyak yang beranggapan bahwa mencabut gigi adalah solusi tercepat untuk menghilangkan rasa sakit gigi tersebut, namun dalam beberapa kasus gigi berlubang masih bisa di atasi atau diselamatkan

Rasa sakit yang tidak pernah berhenti dan seakan-kan tidak akan pernah berhenti pada gigi, apalagi saat mengunyah makanan.  Sakit gigi tersebut merupakan salah satu tanda abses gigi bahkan terkadang sakit gigi juga bisa disertai dengan demam, pembengkakan pada kelenjar limfa di leher, dan badan terasa tidak enak.
Abses gigi terkadang disebabkan karena gigi berlubang tidak mendapat perawatan dengan baik dan tepat. Abses gigi terjadi apabila pulpa pada salah satu gigi terinfeksi bakteri yang menyebabkan pulpa membengkak dan meradang.  Pembuluh darah yang ada di pulpa membesar dan menekan saraf yang akan membuat terasa sakit.

Untuk mengurangi rasa sakit gigi, sebelum pergi ke dokter gigi, berkumur-kumur dengan air garam yang dilarutkan dalam segelas air hangat bisa mengurangi rasa sakit. Terkadang pencabutan merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi abses gigi, tetapi dokter gigi umumnya lebih suka mempertahankan gigi dengan melakukan penambalan.

Infeksi gigi pada anak-anak juga tidak selalu harus dicabut. "Tergantung pada infeksinya dan kebersihan mulutnya. Jika infeksinya sudah luas dan tidak bisa ditolong maka harus dicabut," kata drg Eky Soeria Soemantri, Sp Ortho (K), Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.

Ia menjelaskan, pencabutan gigi pada anak bisa membuat gigi yang tumbuh berikutnya tidak rata. "Hal ini bisa dicegah dengan penggunaan alat khusus untuk menjaga pergerakan gigi," ujarnya.

Untuk mencegah infeksi gigi, ia mengingatkan pentingnya kebersihan gigi dengan cara menyikatnya secara saksama dua kali sehari dan kontrol teratur ke dokter gigi. "Infeksi gigi bisa mengganggu tumbuh kembang anak karena sebagian tenaganya dipakai untuk melawan infeksi itu. Penyerapan nutrisinya juga bisa terganggu jika giginya sakit," paparnya.

Sumber : http://health.kompas.com

Semoga Artikel ttg Kesehatan - Sakit Gigi Berlubang, Sebaiknya Dicabut atau Tambal  ini bermanfat

Dampak Buruk Karena Malas Sikat Gigi

August 03, 2011 Add Comment
Dampak Buruk Karena Malas Sikat Gigi.  Ketika melihat gigi di cermin, kebanyakan dari kita hanya memikirkan penampilan. Lebih penting adalah memerhatikan kesehatan gusi kita.

Penyakit gusi tak kalah menyakitkan dari sakit gigi. Seperti halnya bau mulut dan sakit gigit, sakit gusi juga dihubungkan dengan kondisi mulai dari penyakit jantung, keguguran, dan disfungsi ereksi.

"Penyakit gusi terjadi ketika plak menempel di gigi dan mengiritasi gusi sehingga terjadi peradangan," kata Dr Nigel Carter, chief executive British Dental Health Foundation.

"Tanda awal biasanya pendarahan di antara satu atau lebih gigi dan sering kali tidak ada gejala lain hingga bertahun-tahun kemudian gigi mulai goyah dan akhirnya tanggal,” imbuhnya.

Tahap awal penyakit gusi—ketika gusi meradang dan terjadi pendarahan—dikenal sebagai gingivitis.

“Dokter gigi dapat melihatnya lewat perubahan warna gusi dari merah muda menjadi gelap, tapi kebanyakan orang tidak mampu melihatnya," lanjutnya.

Penyakit gusi dapat menyerang siapa pun dari segala usia, tetapi sangat lazim di kalangan usia lanjut karena mereka memroduksi lebih sedikit air liur sehingga bakteri lebih mudah menempel di gigi. Perokok, diabetesi, dan wanita hamil juga berisiko lebih tinggi. Faktor genetika turut berperan.

Kondisi ini dapat dicegah dengan menggosok gigi minimal dua kali sehari selama masing-masing dua menit. Lantas, bagaimana kalau kita malas menggosok gigi? Berikut dampak buruknya, seperti diulas Dailymail.

Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi dikaitkan dengan kesehatan gusi buruk. Awal tahun ini, peneliti India melaporkan bahwa semakin buruk penyakit gusi, semakin buruk masalah ereksi.

Penelitian lain telah menegaskan bahwa penyakit gusi dapat menghalangi produksi bahan kimia yang disebut nitric oxide, yang fungsinya merenggangkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke Mr P. Para peneliti mengatakan, peradangan yang diproduksi oleh penyakit gusi dapat mengurangi kadar nitric oxide.

Kehamilan tertunda

Para peneliti di Australia menemukan bahwa jika seorang wanita memiliki penyakit gusi, ini akan mengurangi kemungkinannya untuk hamil rata-rata dua bulan lebih lama dibandingkan wanita dengan gigi dan gusi yang sehat.

Teorinya, bakteri yang menyebabkan penyakit gusi bisa memicu peradangan di lapisan rahim sehingga sulit bagi telur yang telah dibuahi untuk tumbuh di rahim.

Penyakit gusi juga berdampak pada perselinan; risiko kelahiran prematur maupun keguguran. "Peradangan pada gusi memicu produksi bahan kimia (seperti prostaglandin) yang merangsang persalinan," kata Dr Nigel.

Radang sendi

Orang dengan masalah rheumatoid arthritis—kondisi tak tersembuhkan yang menyebabkan sendi menjadi panas dan meradang—delapan kali lebih mungkin memiliki penyakit gusi daripada orang yang sehat.

"Bakteri dari gusi mensekresikan protein dan protein ini meminta respons dari sistem kekebalan tubuh yang menyerang arthritis,” jelas Dr Paola De Pablo, rheumatologist Universitas Birmingham.

Bronkitis

Awal tahun ini, sebuah studi dalam Journal of Periodontology menemukan hubungan antara infeksi pernapasan dan penyakit gusi. Para ilmuwan memelajari 100 orang dengan penyakit pernapasan seperti bronkitis dan 100 orang yang tidak memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Kesehatan gigi mereka diperiksa. Hasilnya, kelompok respoden dengan sejarah penyakit pernapasan memiliki kesehatan gusi lebih buruk daripada kelompok tanpa riwayat penyakit pernapasan.

Diperkirakan, bakteri yang berkumpul di kantong sekitar dasar gigi dapat menyebar ke paru-paru dalam setiap udara yang dihirup, ini menyebabkan infeksi atau membuat kondisi paru-paru memburuk.

Penyakit jantung

Penyakit gusi menggandakan kesempatan Anda terkena penyakit jantung koroner. Sebuah studi di Skotlandia pada 2010 meneliti 11.000 orang yang menemukan bahwa menyikat gigi kurang dari dua kali sehari meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit jantung.

Alasannya ketika gusi meradang, bakteri bocor ke dalam aliran darah hingga menyebabkan peradangan dan kerusakan di pembuluh darah yang mengarah ke penyakit jantung. Diperkirakan pula, bakteri secara langsung dapat menyebabkan infeksi pada katup jantung.

“Jika seorang pasien akan dioperasi katup jantung, kami akan mengatasi penyakit gusinya terlebih dahulu untuk mengurangi risiko infeksi sekunder," tambahnya.

Diabetes

Penyakit gusi dapat meningkatkan gejala diabetes tipe 2. Pada 2010, peneliti Universitas Edinburgh mengulas tujuh studi sebelumnya dan menyimpulkan bahwa mengobati penyakit gusi dan mengurangi peradangan di sekitar gigi akan membantu mengurangi komplikasi beberapa kondisi termasuk masalah mata.

Diperkirakan, peradangan pada mulut menyebabkan perubahan kimia yang membuat insulin menjadi kurang efektif. Karena itu, mengobati penyakit gusi dapat membantu kadar gula darah kembali normal dan menghentikan risiko komplikasi jangka panjang.

Sumber:  okezone.com
Semoga Artikel Kesehatan - Dampak Buruk Karena Malas Sikat Gigi ini bermanfaat

Mencegah Bau Mulut Saat Puasa

August 03, 2011 Add Comment
Mencegah Bau Mulut Saat Puasa.  Ketika kita sedang melaksanakan kewajiban berpuasa produksi air liur didalam mulut dan juga pada saluran pencernaan sudah pasti akan berkurang sehingga hal tersebut menyebabkan mulut kita menjadi lebih kering dan akan timbul bau mulut (halitosis).  Walau sebenarnya bau mulut ketika kita sedang menjalankan ibadah puasa tidak perlu ditakuti dan juga dirisaukan.  Karena berikut ini kita akan membahasa Bagaimana Cara Mencegah Bau Mulut saat Puasa seperti dikutip dari Waspada Online:

1. Selalu menjaga kesehatan / kebersihan gigi dan mulut
Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi.  Jika menggunakan cairan kumur, jangan memakai cairan dengan kandungan alkohol di atas 25 persen karena memicu risiko kanker rongga mulut.

2. Periksa ke dokter gigi Anda minimal enam bulan sekali. 
Bila ada waktu, lakukan spa gigi dua kali dalam sebulan untuk menjaga kesehatan gigi.

3. Hindari rokok dan alkohol 
Karena rokok dan juga alkohol akan memberikan efek yang dapat memperburuk status kebersihan mulut yang memicu terjadinya gingivitis dan periodontitis. Alkohol mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut.

4. Perbanyaklah mengkonsumsi buah-buahan 
Perbanyaklah mengkonsumsi buah-buahan pengusir bau mulut seperti apel, bengkuang dan wortel. Teh hijau mengandung bahan aktif catechin yang dapat menghilangkan plak, menurunkan kadar gula, dan membunuh bakteri penyebab bau mulut. Minumlah 2-5 cangkir teh hijau sehari.

5. Kalau anda masih ada sedikit waktu untuk membaca sebaiknya baca juga Beberapa Kesalahan Saat Menyikat Gigi

Semoga Artikel Kesehatan - Mencegah Bau Mulut Saat Puasa ini bermanfaat

Sering periksa gigi ternyata bisa deteksi diabetes lebih dini

July 31, 2011 Add Comment
Sering periksa gigi ternyata bisa deteksi diabetes lebih dini.  Komplikasi diabetes sering terjadi karena gejala awal penyakit ini terlambat dideteksi. Rajin memeriksakan gigi bisa mengurangi risiko ini, karena berbagai gangguan mulut dan gusi sering berkaitan dengan diabetes yang tak terdiagnosis.

Meski tidak disadari oleh pengidapnya, diabetes atau bahkan pra-diabetes bisa dideteksi oleh dokter gigi berdasarkan kondisi kesehatan rongga mulut. Karena itu, peneliti dari Columbia University menekankan pentingnya rajin memeriksakan gigi dan mulut.

"Penyakit periodontal (gigi dan mulut) merupakan komplikasi awal diabetes dan 70 persen orang dewasa di Amerika Serikat cukup rajin periksa ke dokter gigi setidaknya setahun sekali," ungkap salah seorang peneliti, Dr Ira Lamster seperti dikutip dari Healthday, Jumat (29/5/2011).

Dalam penelitian yang dimuat di Journal of Dental Research, Dr Lamster mengamati 600 pasien yang memeriksakan diri di sejumlah klinik dokter gigi. Seluruh responden tidak mengetahui atau belum pernah didiagnosis mengidap diabetes maupun pra-diabetes.

Dari jumlah tersebut, 350 pasien di antaranya memiliki paling sedikit satu faktor risiko diabetes khususnya tipe 2 yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat. Faktor risiko yang dimaksud antara lain meliputi tekanan darah tinggi serta obesitas.

Para pasien yang memiliki faktor risiko tersebut kemudian diperiksa giginya, lalu hasinya dianalisis. Hasilnya menunjukkan, pasien yang memiliki faktor risiko diabetes cenderung memiliki masalah periodontal seperti gigi tanggal dan pembentukan kantong gigi (deep periodontal pocket).

Temuan ini menyiratkan bahwa dengan rajin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut, yang terdeteksi bukan hanya kerusakan gigi. Jika gejala diabetes juga terdeteksi sejak awal, maka risiko yang lebih buruk bisa dihindari misalnya penyakit jantung dan stroke.

Semoga artikel Sering periksa gigi ternyata bisa deteksi diabetes lebih dini ini  bermanfat